Filosofi ketan

Dua anak manusia bertemu.
Setiap pertemuan selalu menghasilkan sebuah cerita, entah itu bahagia atau tidak. Tapi begitu caraku memandang. Aku salah satu dari dua anak manusia itu, sebut saja namaku Cuara, dan dia cuari.
Sebenarnya pertemuan dengan cuari itu hal yang biasa, tapi cerita kami yang luar biasa. Dua anak manusia yang fikirannya masih cetek mencoba mengulik arti perjalanan dan tahapan hidup. Mulai dari lahir, kecil, remaja, dewasa,..... Dan tua. Nah titik disanalah yang kami bahas. Membahas tentang sebuah kata yang sakral yaitu pernikahan, seusia kami, memanglah itu hal yang lumrah.
Tapi dua anak manusia ini, membahas ngalur ngidul sampai hujan turun yang membuat cerita kami semakin dalam dan kuat karena air hujan menjadi penghalang suara lembut kami.


Pernikahan itu ibarat ketan. Ketan tak akan lengket, tak akan menyatu jika dimasak hanya sebutir, dia juga tak akan memiliki rasa dan arti jika sendiri. Makanya ketan itu akan menyatu dan memiliki sensasi jika dimasak dan dipersatukan dalam satu panci yang dipanggang diatas api, dia akan berjuang untuk bisa menjadi satu kesatuan.

Pernikahan bukan hanya dua kepala saja jadi satu, tapi banyak kepala dari dua belah pihak agar menyatu menghasilkan sebuah kata sepakat.

Intinya dua anak manusia ini, hanya mengeluarkan keluh kesahnya saja, agar rasa sesak dihati bisa hilang. Walau itu hanya 0,10% saja, seenggaknya udah cerita aja pokoknyalah. Bercerita, karena kegemaran wanita memang bercerita.

Hari ini

Hari ini sudah berlalu.
Tudung malam telah datang.
Lepaskan kejadian apapun hari ini diperaduan malamMu.
"Tuhan, kekesalan hari ini, kemarahanku hari ini, emosi hari ini, yang disebabkan beberapa keadaan dan faktor telah membuatku menjadi manusia yang diluar kendali, hilangkan semua itu dari hati dan fikiran bersama gelapnya malam ini, aku berharap esok telah menjadi hari yang benar-benar baru dengan hari yang indah,  cerah, tanpa ada mengulik kembali kekesalan dihari sebelumnya, dan ridhoMu senantiasa menyertai hambaMu yang lalai ini.



Miles away, oceans apart
Never in my sight, but always in my heart
The love is always there, it will never die
Only growing stronger, a tear rolls down my eye

I'm thinking all the time
When the day will come
Standing there before you
Accept this Hajj of mine

Standing in ihram, making my tawaf
Drinking blessings from Your well
The challenge of Safa and Marwa
Rekindles my imaan

O Allah! I am waiting for the call
Praying for the day when I can be near the Kabah wall
O Allah! I am waiting for the call
Praying for the day when I can be near the Kabah wall

I feel alive and I feel strong
I can feel Islam running through my veins
To see my Muslim brothers, their purpose all the same
Greeting one another, exalting one True Name
I truly hope one day, everyone will get the chance
To be blessed with the greatest honour
Of being called to Your Noble House

Standing in ihram making my tawaf,
Drinking blessings from Your well
The challenge of Safa and Marwa
Rekindles my imaan

O Allah! I am waiting for the call
Praying for the day when I can be near the Kabah wall
O Allah! I am waiting for the call
Praying for the day when I can be near the Kabah wall

Labbayka Allahumma labbayk (here I am, O Allah, here I am)
Labbayka la sharika laka labbayk (here I am, You have no partner. Here I am)
Innal hamda wanni'mata laka wal mulk (surely all praise, grace and dominion is Yours)
La sharika laka labbayk (No partner have You, here I am)

Labbayka Allahumma labbayk (here I am, O Allah, here I am)
Labbayka la sharika laka labbayk (here I am, You have no partner. Here I am)
Innal hamda wanni'mata laka wal mulk (surely all praise, grace and dominion is Yours)
La sharika laka labbayk (No partner have You, here I am)
Labbayk(here I am)
Labbayk(here I am)

O Allah! I am waiting for the call
Praying for the day when I can be near the Kabah wall
O Allah! I am waiting for the call
Praying for the day when I can be near the Kabah wall

O Allah! I am waiting for the call
Praying for the day when I can be near the Kabah wall
O Allah! I am waiting for the call
Praying for the day when I can be near the Kabah wall

Labbayka Allahumma labbayk (here I am, O Allah, here I am)
Labbayka la sharika laka labbayk (here I am, You have no partner. Here I am)
Innal hamda wanni'mata laka wal mulk (surely all praise, grace and dominion is Yours)
La sharika laka labbayk (No partner have You, here I am)

Labbayka Allahumma labbayk (here I am, O Allah, here I am)
Labbayka la sharika laka labbayk (here I am, You have no partner. Here I am)
Innal hamda wanni'mata laka wal mulk (surely all praise, grace and dominion is Yours)
La sharika laka labbayk (No partner have You, here I am)
Labbayk(here I am)
Labbayk(here I am)



 
Selamat Menikmati "Roti Manis" Blog Design by Ipietoon