Ini
tempat dimana aku memakai seragam putih abu abu selama 3 tahun, ditempat ini
juga ku dapati semua tipe manusia. Itu merupakan salah satu sudut yang ku sukai
dari sekian banyak tempat yang ada disekolah ku kala itu. Di tempat ini juga
aku mulai mengenal kamu “Key” itu ini sial yang ku berikan untukmu. Entah
kenapa hari ini tiba tiba aku teringat akan dirimu. Hari ini ada yang berbeda
dari rutinitasku ketika aku berangkat kekantor. Entah mengapa hari ini ada anak
sekolah berseragam putih abu abu berangkat ke sekolah sekitar pukul 08.00 pagi,
yang notabene bukan jam anak pergi ke
sekolah. Tiba-tiba fikiranku melayang saja ke masa masa putih abu abu, Sebenarnya
hal biasa saja bertemu dengan anak sekolah Sma tapi yang membuat beda, apa yang
terlihatku dari anak itu sama seperti aku saat memakai seragam yang sama kala
itu,Ditambah lagi kami bertemu dimoment yang pas,disimpang sekolah dimana kita
pertama bertemu..ah fikiran ini terus melayang.
Pertemuan
kita yang pertama saat kita rebutan masuk ke ruangan PKS I untuk memperebutkan
kursi dikelas yang kita mau, padahal kita sudah tau dan ditetapkan oleh pihak
sekolah kita masuk dikelas yang mana, tapi memanglah kita berdua ini
kelihatannya siswa yang agak pembangkang jadi lah seperti ini,tapi disitulah
awal kita bertengkar,entah sengaja atau tidak kau mentarik ekor rambutku dan
aku mulai memarahimu dan memusuhimu. Dan sialnya kita menginginkan kelas yang
sama,dan sialnya lagi kita diizinkan pindah kekelas itu,dan sialnya lagi kita
rebutan mengangkat kursi ke kelas itu. itulah awal kita berjumpa dengan kesan
yang tak ku inginkan sebenarnya. Itu pertemuan kita secara langsung.
Sebenarnya
aku sudah tau dirimu sejak kita pertama mulai diospek, itu efek karena kau yang
memuakkan dan selalu cari muka didepan senior, dari pertama melihatnya saja aku
sudah tidak suka karena tingkahnya, tapi,itu selesai sampai disitu saja. Setelah
itu aku biasa saja dengan siapapun termasuk dia karena menurutku siapun yang
tak mengangguku aku diam saja,stay cool aja :D karena aku tidak suka berurusan
dengan hal hal yang berbau orang banyak. jadilah aku suka ke perpustakaan dan
menghabiskan waktu disana.
Dan
setelah kelas XI kami dipertemukan lagi,dengan cara yang tak indah itu.
Yah
setelah kejadian perebutan kursi itu, hah..aku lega akhirnya aku bisa pindah
kekelas yang kumau. Tapi apa mau dikata begitu aku sampai dikelas tidak ada lagi meja selain meja paling
depan, mau tak mau akulah duduk dipaling depan. Aku ini korban teman sekelasku
juga, mereka telah duluan menempati meja belakang, tapi tak apalah yang penting
aku dikelas yang kuinginkan. Dan sialnya dia duduk bertepatan pas sekali
dibelakang meja ku, hah... lengakaplah sudah hidupku duduk dekat dengan musuh.
Kalian
tahukan jika bermusuhan itu seperti apakan ,hahaha hampir berbulan bulan kami
tak pernah bicara,sampai saat walikelas menyuruh kami untuk membuat kelompok
belajar dengan teman yang ada dibelakang kita dan dia adalah sosok yang tepat
ada dibelakangku, mau tak mau suka tak suka akhirnya kami bertegur sapa dengan
nada yang leibih rendah dan dengan tatapan yang seharusnya, tatapan pertemanan
bukan permusuhan. Dari situlah kami mulai saling ngobrol. Anehnya dia orang
yang mengasyikkan dan seru gak jaim. Memang benar kata pepatah tak kenal maka
tak sayang, tak sayang maka tak cinta. Dari kejadian itu kami jadi rajin saling
bertukar cerita sampai bertukar pekerjaan rumah dan dia selalu mencontek
padaku, walau sesungguhnya dia lebih pintar dariku menurutku hanya karena malas
saja. Dari perbincangan kami yang mulai intens akhirnya dia bertanya ” dulu
kita kok maki-makian ya waktu pertama jumpa, dan saling menyalahkan satu sama
lain tak d elakkan.” Ttapi kali ini kami tak memutuskan untuk berdiaman dan
bermusuhan seperti kala itu. kami saling pandang dan tertawa lepas .Tidak dipungkiri
bahwa akhirnya aku mengalah dengan keadaan ini, aku menyimpan rasa sayang yang
lebih padanya. Tapi dalam hidupku aku tak akan menyatakannya duluan sampai
kapanpun. jadilah aku hanya diam saja sampai sekarang. Aku tak tahu entah dia
merasakan hal yang sama atau tidak. Tapi aku tak menyesal pernah memendam rasa
itu setidaknya aku pernah bahagia bersama dia walau hanya sebatas
sahabat.
Sebuah
ini sial “Key” ,ah apa kabar kamu?
Masihkah
kita bertemu dan bermusuhan,berdamai,tertawa lepas seperti dulu?
Sampai
saat ini aku hanya ini kamu jadi sahabat,teman yang sayang padamu?
Dan
sampai saat ini aku hanya berani melihatmu dari sosial mediamu yang tak kunjung
akfif lagi..!


